Hokokay

Tegal

Batik

Rp. 2.500.000,-

Bahan Baku            : Kain primis tari kupu
Ukuran Kain            : 200 x 150 cm
Teknik Pewarnaan  : Teknik celup dan colet, Pewarna sintetis

Hokokay Sampek Ingtay motif ini populer pada tahun 1940an pada era 1941 sampai tahun 60an. Motif ini merupakan gambaran dari hasil akulturasi kebudayaan Tiongkok dan Jepang di tanah Jawa selama masa penjajahan Jepang di Indonesia. Sampek dan Engtay, dalam bahasa mandarin: Liang Shanbo (???) dan Zhu Yingtai (???). Legenda ini sering dianggap sebagai Romeo dan Juliet versi Tiongkok. Motif ini mengadopsi cerita tragedi romantika antara dua kekasih di Tiongkok dan menjadi motif identitas persatuan wanita hokokay. Dimana persatuaan wanita hokokay saat itu merupakan suatu perkumpulan yang diinisiasi oleh wanita keturunan Tiongkok dan Jepang sebagai perkumpulan saudara serumpun. Untuk mengenang jejak sejarah tersebut dituliskan dalam sebuah karya batik tulis