Cara Merawat Kain

Kain tradisional bernilai tinggi tidak hanya dari segi kualitas dan materi, namun juga sarat akan makna dan identitas bangsa. Oleh karena itu, penting untuk merawat kain tradisional agar kualitasnya tetap terjaga prima dan dapat digunakan dalam rentang waktu yang lebih panjang. 

Lantas bagaimana cara merawat kain tradisional? Apakah dapat menggunakan cara perawatan yang umumnya diterapkan pada pakaian biasa? 

Merawat kain tradisional tidak sulit, hanya diperlukan ketelitian dan kesabaran untuk memisahkan kain tradisional dari pakaian Anda yang lainnya. Simak 8 cara merawat kain tradisional di bawah ini.

  1. Hindari penggunaan mesin cuci pada kain tradisional.
    Meski praktis, mesin cuci dapat merusak tekstur kain tradisional sehingga ada baiknya Anda mencuci kain Anda secara manual. Anda juga dapat membawa kain ke pusat laundry dan memilih metode dry clean sebagai pilihan alternatif jika tidak ingin mencuci dengan tangan. 

  2. Hindari penggunaan sabun cuci atau deterjen pada kain tradisional.
    Sabun cuci dapat membuat warna pada kain tradisional pudar. Jika tetap ingin menggunakan bahan pembersih menyerupai sabun, gunakan buah lerak sebagai bahan pembersih natural. Lerak bersifat antimikroba sehingga aman untuk pembersihan tanpa memudarkan warna kain.

  3. Pastikan kain tradisional kering sebelum disimpan. Hindari menyimpan kain yang masih basah atau setengah kering dan pastikan tempat penyimpanan kain tidak lembap. Tempat yang lembap memungkinkan tumbuhnya jamur yang dapat memperpendek umur kain.

  4. Setrika kain dengan lapisan kertas atau kain.
    Kain tradisional memiliki bahan yang cukup unik. Anda bahkan tidak perlu menyetrika jenis kain tertentu agar teksturnya tidak rusak. Namun, jika kain sedikit kusut, Anda dapat melapisi bagian yang akan disetrika dengan kertas atau kain tambahan. Lapisan ini menghindari kain dari sentuhan langsung dengan logam panas yang dapat merusak kain. Selain itu Anda juga dapat menggunakan setrika uap.

  5. Simpan kain tradisional cara digantung atau digulung.
    Hindari melipat kain tradisional atau menumpuknya dengan pakaian-pakaian lain. Lipatan pada kain dapat menyebabkan benang rentan lepas atau putus. Cara penyimpanan yang ideal adalah dengan menggulungnya dengan pipa kardus atau kertas agar tidak dihinggapi debu atau serangga yang dapat merusak kain.

  6. Bungkus kain tradisional dengan kertas minyak
    Kertas minyak memberikan ruang udara sehingga tekstur kain dapat terjaga. Hindari membungkus kain tradisional dengan plastik karena akan membuat kain lembap, rentan jamur, dan berbau tidak sedap. 

  7. Angin-anginkan kain tradisional.
    Keluarkan kain dari lemari pakaian setidaknya sekali dalam sebulan dan angin-anginkan untuk menghindari jamur dan bau apek. Hindari menjemur di bawah terik matahari langsung yang dapat memudarkan warna kain.

  8. Letakkan cengkih atau merica dekat kain tradisional.
    Umumnya, meletakkan kapur barus dalam lemari pakaian disarankan agar terhindar dari ancaman jamur, kutu, dan bau apek. Namun khusus untuk kain tradisional, penggunaan cengkih dan merica lebih disarankan. Masukkan beberapa biji merica atau cengkih ke dalam plastik yang telah dilubangi sebelumnya kemudian simpan dalam lemari dekat dengan gulungan kain tradisional.